Berita

Post Top Ad

Siang tadi (21/12/2017), program studi managemen zakat wakaf Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) telah sukses melakukan kunjungan studi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pati yang sudah berkiprah dalam dunia zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) selama 2 tahun belakangan.

Dengan didampingi oleh bapak Dr. A. Zaenurrosyid.  dan KH. Maslihan Ali. Mahasiswa program studi managemen zakat wakaf mengobati rasa ingin tahunya mengenai aktifitas BAZNAS Pati selama ini dalam sebuah diskusi dengan 2 narasumber, yakni bapak KH. Muslihan BA dan bapak KH. Dahwan Hadi.

Dipati sendiri menurut bapak KH. Dahwan Hadi, muzzaki yang berkontribusi besar masih dalam kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Aparat Sipil Negara (ASN).  Itupun masih dengan campur tangan pemerintah daerah (bupati) yang menganjurkan PNS/ASN memotong sebagian gajinya untuk dizakatkan melalui BASNAS.

Masih dalam pendapat beliau.  Berhubung dengan minimnya muzzaki dikalangan masyarakat, maka kesadaran zakat dan wakaf menjadi tujuan penting untuk disosialisasikan. Ini dilakukan tentu agar masyarakat lebih faham mengenai kedua hal tersebut sejak dini.

Untuk penyalurannya, BAZNAS pati biasanya memberikan kepada mustahiq dalam bentuk konsumtif (bantuan banjir, bedah rumah dsb) dan produktif.  Bantuan dalam bentuk produktif biasanya seperti pinjaman modal usaha, hal ini bertujuan agar mustahiq mampu meningkatkan taraf hidup dengan pinjaman modal yang diberikan.

Kenapa BAZNAS tidak mengelola dana zakat yang diterima sebagai usaha agar lebih produktif? Ini dilakukan karena keterbatasan dana, sedangkan banyak muatahiq yang membutuhkan bantuan segera.  Demikian menurut KH. Muslihan BA.

Sedangkan wakaf, pati sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar.  Yakni ada hingga 2.183 lokasi dengan luas sebesar 125,8 Hektar, tapi lagi-lagi potensi yang besar belum tergali secara maksimal.  Namun yang terpenting dalam wakaf adalah pendaftaran sertifikat tanah wakaf, ini sangat penting dilakukan untuk menghindari klaim kembali dari keluarga muzzaki.

Meskipun telah ditetapkan bahwa biaya operasional yang digunakan BAZNAS menggunakan dana APBN, tapi pada kenyataannya dana tersebut tidak turun.  Ini tentu sangat memperhatikan bagi kinerja BAZNAS, karena nadhir harus berjuang dengan menggunakan bagian terkecilnya untuk biaya operasional.

Sebaiknya pemerintah lebih mendukung baik dari segi kerjasama maupun pendanaan, agar BAZNAS dapat bekerjasama dengan baik untuk membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan masyarakat.  (Ast)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad