Berita

Post Top Ad

Oleh : Dita Sari
Menjadi sebuah perguruan tinggi islam yang menanamkan nilai-nilai pesantren didalamnya, IPMAFA hadir dengan segala kelebihan dan tujuan untuk menghasilkan sarjana sholih akrom.

Tepat pada hari Selasa 4 September 2018 kemarin, telah di adakan Peringatan Dies Natalis Institut Pesantren Mathali’ul Falah yang ke sepuluh.

Dimana acara ini merupakan suatu perhelatan penting dan yang paling ditunggu bagi seluruh mahasiswa dan mahasiswi serta alumni Institut Pesantren Mathali’ul Falah. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk menyukseskan  Peringatan 1 Dasawarsa Institut Pesantren Mathali’ul Falah tersebut, diantaranya : Khataman Bil Ghoib, kilas balik IPMAFA, Khataman Bin Nadhor Dan Ziarah bersama ke Makam KH. Abdullah Salam dan Syekh Ahmad Mutamakkin.

Salah satu kegiatan yang cukup menarik dalam acara dies natalis tersebut adalah kilas balik kampus, yang menceritakan mengenai perjalanan IPMAFA dari awal hingga mencapai usia 1 Dasawarsa. Bertempat di Aula 2, kegiatan tersebut dihadiri oleh bapak ibu dosen yang mengikuti perkembangan IPMAFA dari awal, diantaranya adalah : Dr. A. Dimyati, M.Ag, Dr. Ahmad Subhan Salim, M.Ag, Agus Syakroni, M.Pd., Sri Naharin, MSI. serta seluruh mahasiswa/i IPMAFA.

Kegiatan kilas balik kampus sendiri bertujuan untuk meriew atau mengenang kembali perjuangan didirikannya kampus IPMAFA. Dimana dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk membangun perguruan tinggi ditengah-tengah pedesaan (Dibaca : dengan biaya yang tidak memberatkan) demi mencerdaskan anak-anak yang ingin menimba ilmu.

Untuk mengetahui seluk beluk IPMAFA secara mendalam  dan bagaimana perjalanannya sebelum berkembang sampai saat ini, Dr. Ahmad Subhan Salim, M.Ag. menceritakan sejarah bagaimana berdirinya IPMAFA. Awalnya, Institut Pesantran Mathali’ul Falah lahir dari pergumulan dan kegelisahan para guru dan kiyai yang tergabung dalam Perguruan Islam Mathal’ul Falah, Kajen Margoyoso.

Yakni kegelisahan untuk meneruskan perjuangan dalam bidang pendidikan dengan mendirikan lembaga setingkat perguruan tinggi sebagai wahana pendidikan bagi alumni Perguruan Islam Matholi'ul Falah. Didirikan oleh KH. Sahal Mahfudz pada 4 September 2008, di tahun pertama IPMAFA hanya mempunyai 76 mahasiswa. Jumlah yang bisa dibilang lumayan untuk mengawali berdirinya sebuah kampus.

Dari yang awalnya bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah dengan hanya 3 prodi, pada 25 September 2015 STAIMAFA beralih status menjadi Institut Pesantren Mathali’ul Falah. Harapan kedepannya, semoga menjadi kampus pesantren yang inspiratif serta mampu menjadi perguruan tinggi riset berbasis pesantren, sesuai dengan visi tentunya.

No comments:

Post a comment

Post Top Ad