Berita

Post Top Ad

(Pati, 12 September 2018) Dalam kunjungan perdana, mahasiswa prodi Zawa Ipmafa meminta tolong ketersediaan seorang pengusaha yang cukup sukses dalam dunia kuliner sebagai enterpreneur mitra untuk praktikum mata kuliah enterpreneurship.

Disambut dengan baik dan ramah, Narasumber berbagi pengalaman mengenai bagaimana perjalanannya memulai usaha sebelum menjadi terkenal seperti sekarang ini.

Bernama lengkap Imam Nur Kholis SH., pria kelahiran 22 Maret 1990 ini mulai menekuni bisnis kulinernya pada 2014 silam. Meskipun tidak sesuai dengan riwayat pendidikan yang notabenenya seorang sarjana hukum, tapi kini ia bersyukur bisa menggeluti dunia usaha yang sesuai dengan passionnya.

Berawal dari keterpurukan bisnis pemotongan sapi milik orang tuanya, pria yang akrab disapa Imam ini berniat untuk membantu menjual daging dengan mengolahnya menjadi bakso. Meskipun awalnya tidak mendapat persetujuan dari orang tua. Namun ia berfikir jika sudah rezeki pastilah tidak kemana, tidak perlu jauh-jauh untuk mencarinya.

"Seorang pekerja hanya akan membantu membangun mimpi orang lain." Ujarnya, ketika dimintai keterangan oleh mahasiswa prodi Zawa Ipmafa.

Berbekal semangat dari Ibu, sebidang lahan kosong dan modal 15 juta, Ia mengawali usaha warung baksonya di perkampungan. Meskipun dalam setengah tahun meningkat, namun lagi-lagi usahanya menurun karena tidak beragamnya makanan yang tersedia.

Namun hobi makan dan kemampuan memasak olehnya yang dikolaborasikan dengan tangan Ibu, menciptakan berbagai macam inovasi menu yang kembali mendongkrak popularitas usaha kuliner yang telah menjadi  ikon kota Pati ini.

Yang menarik. Meskipun sudah meraup omset 10 - 14 juta dalam sehari, tapi pemilik restoran Spesial Bakso Maknyuss dan Khayangan Rooftop Cafe ini tiap malam masih saja meluangkan waktunya untuk terus belajar mengenai bagaimana cara mengembangkan bisnis kuliner yang baik. Merupakan pelajaran berharga supaya tidak langsung berpuas diri dengan apa yang baru kita capai.

Dalam kesempatan ini Beliau juga memberi saran bagi para generasi muda yang ingin mendirikan usaha, bahwa pertama kali yang harus dilakukan adalah harus cinta terlebih dulu. Setelah itu kemas supaya menarik dengan memperbanyak inovasi, lantas terus tambah jaringan untuk memasarkannya.

Terakhir, Beliau tidak lupa mengingatkan mengenai pentingnya peran sedekah dalam usahanya. Dari sedekah rezeki bisa berkembang, dan Ia adalah salah satu orang yang telah membuktikannya. Mau mencobanya? (Astri Wijayanti) 

Foto lainnya :

1 comment:

Post Top Ad