Berita

Post Top Ad


Karya tulis ilmiah menjadi salah satu tolok ukur kemajuan intelektual dalam dunia pendidikan. Mahasiswa tidak dapat lulus sebelum membuat karya tulis ilmiah yang disebut skripsi, tesis maupun disertasi. Para dosen juga dituntut membuat karya ilmiah baik dalam bentuk penelitian, jurnal maupun dalam bentuk yang lain.

Karya tulis tersebut juga menuntut penulisnya untuk dapat mempertanggungjawabkan secara akademik. Selain itu, setiap Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam tindakan plagiarisme di lingkungan akademiknya. Tindakan plagiarisme yang ditemukan di perguruan tinggi bisa mempengaruhi nilai akreditasi, pemeringkatan, serta citra dari perguruan tinggi.

Oleh sebab itu, IPMAFA tidak lama lagi akan menerapkan secara resmi penggunaan software anti plagiasi untuk mendeteksi kemiripan karya akademik di lingkungan kampus. Karya-karya ilmiah di lingkungan kampus seperti skripsi, penelitian, jurnal, dll tentu akan melewati verifikasi keasliannya sebelum disahkan secara final. Dengan demikian, sebelum seorang mahasiswa dapat melakukan sidang munaqasyah, skripsinya harus lolos deteksi plagiasi dari software tersebut.

Dalam pelaksanaanya, tentu akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum digunakan secara resmi untuk seluruh civitas akademika IPMAFA.

No comments:

Post a comment

Post Top Ad