Berita

Post Top Ad


Berita Ipmafa – Sebagai langkah preventif agar mahasiswa mempunyai benteng pertahanan dari propaganda yang disulut oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Intitut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menggelar Training of Organisation (TOO) bertuajuk Membangun Jiwa Militansi dalam Keberagaman di Ruang Auditorium II (25/9/19).
Hal tersebut selaras dengan semangat yang diusung dalam Studium Generale bertajuk Diversity in Unity: Membentuk Identitas Kolektif Mahasiswa Berdasarkan Nilai-nilai Pesantren yang digelar Ipmafa pada Sabtu (21/9/19) lalu.
Sebagaimana dilansir dari ipmafa.ac.id (21/9/19) dalam kegiatan studium generale tersebut, Wakil Rektor Ipmafa Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ahmad Dimyati menyampaikan bahwa mahasiswa dalam menghadapi tantangan jangan mudah terbawa arus. Menurutnya musuh bersama saat ini adalah ketimpangan sosial, kemiskinan, kebodohan, kebijakan yang tidak berpihak kepada mahasiswa, pada masyarakat.
“Konflik yang terjadi, misalnya keberagaman, memang selalu memicu pergerakan mahasiswa untuk turut andil dalam menyelesaikan persoalan. Namun apa jadinya jika pergerakan yang dilakukan mahasiswa salah sasaran?” tutur Ketua Panitia TOO, Angga Syafi’i.
Dikabarkan mediaindonesia.com (Senin 22 Oktober 2018, 16:10 WIB), masyarakat Indonesia ini sangat majemuk, maka perlu langkah kehati-hatian dalam mengawal isu keberagaman. Alih-alih mengawal isu nasional malah membuat suasana semakin meruncing karena ketidaktepatan dalam penggiringan opini masyarakat.
Menyoal keberagaman, Ketua Senat Mahasiswa (Senat) Ipmafa Syahrizal Fauzi menyampaikan ketika seseorang tidak bisa menerima keberagaman, maka bisa jadi ia akan menjadi agen konflik atau penebar benih-benih untuk menjadi agen konflik pada diri sendiri di masa depan ketika terjun di tengah masyarakat kelak.
Maka ini yang menjadi salah satu tugas dan tantangan kita. Dan kegiatan (TOO) ini merupakan langkah preventif menangkal sedini mungkin terjadinya konflik di masa yang akan datang,” ungkap Syahrizal.


No comments:

Post a comment

Post Top Ad